Kanker Usus

1924

Kanker Usus

Pertanyaan:

Assalamualaikum Dokter, saya sedang mengalami kanker usus tahap keempat. Apa yang harus saya lakukan untuk mengobati penyakit ini selain melakukan chemoteraphy? Syukran Dokter.

Dari: Rita

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudari ajukan. Semoga Allah Ar Rahman senantiasa memberikan kekuatan kepada Saudari dalam menjalani takdir-Nya yang penuh hikmah.

Kanker usus tahap IV, pengobatannya memang tidaklah mudah. Selain itu faktor usia, genetik, kebiasaan hidup, sifat dan penyebaran kanker, serta daya tahan tubuh turut berpengaruh dalam keberhasilan terapi biidznillaah.

Alhamdulillaah, dewasa ini penelitian pengobatan kanker dari berbagai lini semakin berkembang. Saran kami adalah sebagai berikut:

1. Mempertebal keimanan dan ketaqwaan pada Allah Ta’ala, sehingga membuahkan keyakinan dan keteguhan bagi Saudari dalam menghadapi kondisi sakit ini, dan kecintaan Allah Ta’ala kepada Saudari.

2. Memperbanyak taubat dan amal shalih, tentunya dengan memenuhi syarat diterimanya amal, sebagai wasilah dalam memperoleh kesembuhan dari Allaah Ta’ala.

3. Membacakan doa-doa ruqyah yang sesuai syariat dibagian yang terasa sakit.

4. Meminum air zam-zam dengan niat berobat. Jika mampu diusahakan rutin, lebih baik lagi.

5. Berolahraga jika mampu, istirahat yang cukup, konsumsi air putih minimal 2 L perhari, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, dan mengurangi gorengan, makanan yang dibakar, dan daging merah. Kesemua upaya ini dapat membantu meningkatkan vitalitas dan imunitas tubuh, sehingga diharapkan daya gempur melawan sel kanker juga meningkat.

6. Menggunakan terapi selain kemoterapi. Tentunya digunakan ketika Saudari tidak sedang menjalani proses kemoterapi di RS. Beberapa jenis herbal yang memiliki kemampuan melawan kanker sepengetahuan kami adalah serbuk dan minyak habbatussauda’, jenis jamur Ganoderma lucidum, sari atau ekstrak mengkudu/pace, daun sirsak, dan umbi sarang semut. Sebenarnya masih sangat banyak zat yang diklaim mampu melawan kanker. Namun dari bukti ilmiah yang ada, yang kami anjurkan untuk dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif obat adalah beberapa zat di atas. Dalam menggunakannya, hendaknya dipilih salah satu untuk konsumsi rutin, kecuali jika Saudari mendapatkan saran dari ahli kesehatan yang merekomendasikan keamanan kombinasinya. Beberapa hal yang harus diperhatikan jika akan mengkonsumsi obat herbal antara lain:

– Pastikan keamanannya, baik dari segi dosis, maupun zat herbal itu sendiri. Untuk habbatussauda’, dosisnya bisa sbb: habbatussauda’ (bentuk kapsul), 100-200 mg/kg Berat Badan (BB), yang terbagi dalam 4-5 kali pemberian per hari, setelah makan. Contoh: BB Saudari saat ini adalah 50 kg, maka dosis total habbat yang disarankan dikonsumsi per hari adalah 5-10 g. Dosis ini bisa dipecah menjadi 1-2 g, 5 kali dalam sehari. Misalnya kapsul habbat mengandung 800 mg, maka dalam sekali konsumsi bisa 1-2 kapsul, 5 kali perhari. Tidak kami sarankan untuk melebihi dosis ini, dan hendaknya Saudari mulai dari dosis terendah untuk mengetahui ada tidaknya efek samping pada tubuh. Untuk herbal yang lain, kami anjurkan Saudari untuk berkonsultasi pada herbalis atau dokter naturopati.

– Keamanan zat herbal, maksud kami adalah sumbernya, cara pengolahan dan kemasannya. Jika tidak mampu mendapatkan sumber bahan segar yang berkualitas, hendaknya dipilih herbal dalam kemasan dengan sertifikat MUI dan CPOTB dari BPPOM.

– Khasiat herbal tidak secepat obat berbasis sintesis kimia, diperlukan beberapa minggu sampai bulan, untuk menunjukkan hasil yang bermakna. Hendaknya Saudari bersabar dalam hal ini.

– Obat herbal bukan berarti bebas efek samping sama sekali, apalagi penelitian mengenai hal ini masih sangat minim, meskipun secara umum potensinya  lebih kecil dibanding obat sintetis. Karenanya kami harapkan Saudari tetap berhati-hati dalam mengonsumsinya, dengan tetap kontrol pada dokter yang menangani Saudari, dan menyampaikan pilihan Saudari saat ini, dan mengutamakan tawakkal kepada Allah Ta’ala dalam upaya pengobatan ini.

Semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan dan kesembuhan bagi Saudari.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafidz N. (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com