Rubrik Kesehatan: Penyakit Miom

2798

Penyakit Miom

Pertanyaan:

Apakah ada pengobatan miom tanpa operasi angkat kandungan? Kalo ada bagaimana caranya? Apa hukumnya berobat pada paranormal?

Dari: Dody

Jawaban:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudara ajukan.

Mioma uteri atau disebut juga leiomioma uteri adalah tumor jinak yang berasal dari jaringan otot dan jaringan ikat pada rahim. Meskipun jinak, terkadang tumor ini memang dapat mencapai ukuran yang sangat besar, sehingga menekan organ sekitarnya, seperti kandung kemih dan usus besar, sehingga menimbulkan gejala sulit berkemih atau konstipasi. Terkadang bila posisinya di jalan lahir atau dinding rahim, dapat menyebabkan kesulitan bagi calon bayi untuk tumbuh dan berkembang.

Sejauh ini, pengobatan mioma salah satunya memang bisa tanpa operasi yaitu dengan menggunakan prinsip pengaturan hormon estrogen, misalnya dengan pil KB. Tumor ini memiliki respon terhadap paparan hormon estrogen, sehingga mengurangi kadar hormon dapat membantu menekan pertumbuhannya dan efek yang ditimbulkannya. Dewasa ini, terdapat berbagai jenis klaim obat-obatan yang mengaku dapat menyembuhkan mioma tapa operasi. Namun sejauh yang kami tahu, pengobatan mioma juga harus mempertimbangkan lokasi, ukuran, jumlah, dan beratnya komplikasi yang ditimbulkan mioma, juga harapan reproduksi di masa depan. Pada kasus mioma yang berat, dimana mioma tumbuh besar di semua bagian rahim dan sudah menimbulkan efek gangguan yang berat pada organ tubuh yang lain, dan penderita juga sudah mendekati usia menopause, dimana kesuburan sudah sangat jauh bekurang, terkadang pilihan pengangkatan rahim untuk mencegah kerusakan organ lebih lanjut dapat dipertimbangkan.

Pengobatan di luar medis konvensional yang diklaim memiliki dampak pada mioma, menurut kami yang bisa dicoba Di antaranya:

– Konsumsi habbatussauda’, yang berbentuk minyak lebih utama, rutin.

– Minyak zaitun ekstra virgin, dapat digunakan bersamaan dengan habbat, namun diberi selang waktu konsumsinya sekitar 1 jam.

– Ekstrak daun sirsak.

– Jus mengkudu murni.

Untuk dosis dan aturan minum lainnya, ada baiknya merujuk pada ahli kesehatan atau herbalis berpengalaman dalam hal ini, sebab dosis harus disesuaikan dengan keadaan penderita pula. Hendaknya dibarengi dengan bertaubat kepada Allah Ta’ala atas segala dosa dan kemaksiatan, memperbanyak amal sholeh, dan menghindari kezhaliman terhadap siapa pun juga. Saudara juga bisa menyertai pengobatan fisik dengan pengobatan menggunakan ruqyah syar’iyyah. Jangan lupa, adaptasi gaya hidup sehat dengan aktif berolahraga, kurangi konsumsi daging merah, dan imbangi dengan sayur, dan buah warna warni.

Hukum Berobat pada Paranormal
Sebelumnya perlu diluruskan dulu, makna paranormal disini, yang dimaksud siapa saja? Khusus mereka yang berkecimpung di dunia klenik dan perdukunan atau semua jenis pengobatan di luar pengobatan pada umumnya yang menggunakan obat atau zat yang tampak jelas (bisa saja mencakup orang yang melakukan ruqyah). Jika yang dimaksud adalah dukun, peramal, atau sejenisnya, maka jawaban Lajnah ad Da’imah untuk hal ini adalah:

Tidak boleh pergi ke dukun atau peramal, dan jika mempercayainya lebih besar lagi dosanya. Dalilnya sabda Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Barangsiapa mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim no. 2230)

Dan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. at Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
(Fatwa-fatwa Terkini, jilid 3)

Adapun jika yang dimaksud pengobatan dengan ruqyah, selama orang yang melakukannya adalah orang yang benar aqidahnya, sholeh, baik perilakunya, dan memahami benar tata cara ruqyah syar’iyyah, maka dibolehkan meskipun makruh bagi seseorang meminta diruqyah, dan hendaknya berusaha untuk meruqyah diri sendiri dengan bertawakkal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafidz N (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

SHARE
Previous articleMengobati Ejakulasi Dini
Next articleMenghilangkan Mata Ikan Tanpa Operasi
dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.