Kesehatan: Menstruasi Terhenti di Usia Subur

2453
rubrik kesehatan seputar wanita

Kesehatan: Menstruasi Terhenti di Usia Subur

Pertanyaan:
Assalammu’alaikum

Saya sudah menikah, umur saya 28 tahun dan saya belum memiliki seorang anak. Sejak 11 bulan saya tidak mengalami menstruasi, saya takut periksa ke dokter dengan suami karena takut mengecewakan suami jika tenyata saya tidak bisa punya keturunan. Apa saya bisa punya keturunan? Apa ini penyakit?

Dari: Dina

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudari ajukan, semoga penjelasan di bawah ini dapat memberikan titik cerah bagi Saudari dan keluarga.

Terhentinya menstruasi selama lebih dari periode 3 siklus, atau selama lebih dari 6 bulan, pada wanita yang sebelumnya telah mengalami menstruasi, diistilahkan dengan amenorrhea sekunder. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan kondisi ini, di antaranya:

– Amenorrhea akibat gangguan fungsi hipotalamus (bagian otak yang mengatur kerja beberapa hormon, termasuk hormon yang berhubungan dengan reproduksi). Hal ini bisa disebabkan di antaranya oleh kekurangan berat badan kronis, seperti pada atlet, atau wanita dengan gangguan makan (anoreksia, bulimia), atau kondisi stress psikologis yang berat dan lama.

– Penyakit pada hipofisis (bagian otak yang mengatur pengeluaran hormon reproduksi), seperti tumor, atau kelebihan hormon prolaktin, misalnya pada penggunaan obat-obat tertentu yang berefek samping meningkatkan hormon prolaktin, seperti metoklopramid (anti emetik), atau danazol.

– Perlengketan pada rahim (Sindrom Asherman), yang umumnya terjadi setelah perlukaan berlebih pada dinding rahim, misalnya saat kuret.

– Kekurangan hormon tiroid.

– Penyakit ovarium polikistik, biasanya disertai peningkatan berat badan dan tanda maskulinisasi seperti jerawat dan rambut tubuh berlebih.

Dan lain sebagainya.

Beberapa kondisi di atas, insya Allah dapat diatasi sehingga penderitanya berpeluang untuk memiliki keturunan. Kami anjurkan kepada Saudari untuk memeriksakan diri terlebih dahulu, untuk mengetahui kondisi kesehatan Saudari yang sebenarnya, dan bersama tim kesehatan mengatasinya. Dukungan dan usaha bersama dengan pasangan Saudari adalah hal yang patut dilakukan, karena memiliki keturunan tentunya adalah keinginan bersama. Hendaknya Saudari tidak pesimis dan mudah putus asa, berusahalah untuk senantiasa optimis, menghadapkan dan menggantungkan diri kepada Allah Ta’ala semata dalam usaha memperoleh keturunan ini. Sesungguhnya rahmat dan kasih sayang Allah Ta’ala sangat luas, dan sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Kuasa untuk mengabulkan segala permintaan hamba-Nya.

Semoga Allaah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan kemudahan dan keturunan yang sholeh dan sholehah pada keluarga Saudari.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafidz N (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com