Rubrik Kesehatan: Mengatasi Bau Badan dan Tidur Mendengkur

1721
bau badan berlebih

Normalkah Seorang Wanita Bau Badan dan Mendengkur?

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum

Saya seorang perempuan umur 20 tahun, saya ingin berkonsultasi mengenai permasalahan yang selama ini membuat saya malu dengan teman-teman sekontrakan saya.

Yang pertama masalah kalau tidur itu saya mendengkur (ngorok) biasanya orang mendengkur itu kan saat tidur mulutnya terbuka, tapi saya dalam keadaan mulut tertutup tetap mendengkur, meskipun tidur dalam keadaan miring pun tetap mendangkur (kata teman saya).

Dan saya sangat risih dengan ejekan teman-teman saya, yang ingin saya tanyakan, apakah saya normal? Dan bagaimana cara menghilangkan kebiasaan tersebut?

Yang kedua, masalah bau badan, teman-teman kerja saya suka sekali mengejek saya dan mengatai saya “missing parfum” karena BB, itu membuat saya menjadi tidak percaya diri, padahal saya sudah pakai parfum. Teman-teman menyarankan memakai deodorant tapi saya ragu, kata teman yang lain deodorant bisa menyebabkan kanker payudara, benarkah dok? Lalu apa yang sebaiknya saya lakukan.

Terima kasih sebelumnya.

Wassalamu’alaikum

Dari: Uma

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudari berikan. Berikut ini sedikit informasi yang dapat kami sampaikan sehubungan dengan keluhan Saudari.

1. Permasalahan mendengkur. Mendengkur disebabkan oleh pergerakan udara dari paru-paru ke arah luar tubuh yang melalui jalan udara yang menyempit sehingga menimbulkan getaran pada organ tersebut dan timbullah bunyi dengkur. Pada saat tidur, khususnya saat tidur terlentang, otot-otot tubuh cenderung lebih rileks, dan lidah dapat ‘jatuh’ ke belakang menutupi jalan nafas. Akibatnya, jalan udara menyempit dan timbul getaran udara serta bunyi yang lebih keras. Sebab lainnya, pembesaran tonsil, baik di bagian belakang mulut, maupun di daerah antara mulut dan hidung, yang menyebabkan jalan udara menyempit. Jika Saudari mengalami pembesaran tonsil, atau sering menderita peradangan tonsil (istilah umumnya radang amandel), bisa jadi hal tersebut menyebabkan Saudari mendengkur. Intinya, kelainan apapun yang menyebabkan jalan nafas menyempit saat tidur, dapat menyebabkan timbulnya dengkur.

Beberapa cara mengatasi dengkur antara lain:

  • Menjaga berat badan tetap ideal. Obesitas dapat menyebabkan seseorang mendengkur.
  • Usahakan tidur miring. Umumnya, tidur miring lebih melegakan jalan nafas dan membantu mengurangi dengkur, setidaknya dibandingkan tidur terlentang. Jauh lebih baik memulai tidur dengan miring ke arah sisi kanan tubuh sebagaimana yang dituntunkan oleh Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Menjaga waktu tidur dan terjaga lebih rutin dan teratur setiap harinya di jam yang sama, sehingga diharapkan kualitas tidur lebih baik dan dengkur pun berkurang.
  • Hindari penggunaan obat-obatan seperti obat tidur maupun obat penenang yang dapat melemaskan otot lebih dalam sehingga dengkur menjadi lebih keras.
  • Gunakan bantal yang tinggi dibanding biasanya, untuk mencegah jatuhnya lidah ke belakang dan hambatan pada jalan nafas.
  • Hindari rokok secara total, baik aktif maupun pasif, karena efek peradangan yang ditimbulkannya pada saluran nafas dapat menyebabkan dengkur.
  • Identifikasi dan obati penyakit pada saluran pernafasan, seperti peradangan tonsil, hidung tersumbat, dan lain sebagainya, yang dapat menyempitkan jalan nafas.

2. Permasalahan bau badan. Bau badan yang tidak sedap diakibatkan produksi keringat yang ditumpangi oleh bakteri pada kulit. Kondisi kulit yang basah oleh keringat menyebabkan bakteri berkembang biak dengan cepat dan menimbulkan bau.

Beberapa tips yang dapat Saudari lakukan untuk mengatasi masalah bau badan ini di antaranya:

  • Menjaga kebersihan tubuh, dengan mandi yang teratur, terutama dengan memperhatikan benar  kebersihan daerah-daerah yang berpotensi menghasilkan bau badan. Seka dengan baik daerah tersebut dan pastikan dalam keadaan kering setelah mandi.
  • Menggunakan sabun antiseptik untuk mengurangi pertumbuhan bakteri.
  • Rajin mengganti pakaian khususnya pakaian dalam jika banyak berkeringat. Pakaian yang kering dan bersih menyebabkan bakteri sulit berkembang biak.
  • Mengurangi konsumsi makanan yang dapat menimbulkan bau badan, seperti daging merah, bawang-bawangan, dan makanan dengan bau yang kuat lainnya.
  • Menghilangkan rambut ketiak secara teratur dan menyeluruh, untuk mengurangi tempat hidup bakteri.
  • Menggunakan produk antiperspiran dan deodoran. Rumor yang berkembang mengenai deodoran menyebabkan kanker payudara belum dapat dibuktikan secara ilmiah, dalam berbagai penelitian yang diadakan terkait hal ini. Untuk lebih hati-hati, hindari produk yang menggunakan bahan paraben di dalamnya (dapat dilihat di kemasan produk, misalnya dengan nama butilparaben, dan sejenisnya).

Semoga ada manfaatnya

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)