Cara Meninggikan Badan

2681
tinggi badan

Meninggikan Badan

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum

Saya sedikit bermasalah dengan tinggi badan saya. Di usia 15 tahun, tinggi badan hanya 149 cm. Bagaimana cara membuat saya tinggi?

Terimakasih.

Dari: Faisyal

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudara berikan kepada kami.

Pertambahan dan pencapaian tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

Pertama, faktor genetik, baik dari segi tinggi badan maupun penyakit yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan. Jika kedua orang tua atau salah satu orang tua anak bertubuh pendek, kemungkinan keturunannya atau salah satu keturunannya juga mengalami hal serupa. Perkiraan  Potensi tinggi badan yang dapat dicapai untuk anak laki-laki dapat diketahui dengan menggunakan rumus prediksi tinggi badan mid-parental sebagai berikut:

Tinggi badan anak = (Tinggi badan ayah + (Tinggi badan Ibu+13 cm))/2

Hasil merupakan perkiraan tengah-tengah, dan masih bisa bervariasi, baik lebih maupun kurangnya, hingga 8,5 cm. Diatas maupun dibawah nilai tersebut, dianggap berada dibawah persentil rentang nilai mayoritas anak.

Kedua, aktor nutrisi. Nutrisi yang memadai, khususnya protein, kalsium, dan vitamin D pada anak yang sedang tumbuh, sangat diperlukan untuk membangun jaringan tulang dan otot yang maksimal. Zat gizi lainnya tentu juga diperlukan untuk pertumbuhan yang optimal. Kekurangan zat gizi penting, terlebih pada masa pertumbuhan anak dan remaja, dapat menyebabkan terjadinya perawakan yang pendek maupun kurus.

Ketiga, faktor penyakit yang didapat yang menghambat pertumbuhan, maupun obat-obatan yang dikonsumsi yang menghambat pertumbuhan. Penyakit kronis yang berat dan lama, semisal TBC, atau kanker pada usia kanak-kanak, yang diterapi dengan radiasi; atau infeksi yang diterapi dengan menggunakan antibiotik yang dapat mempercepat penutupan lempeng pertumbuhan tulang, dapat menyebabkan perawakan pendek pada anak, meskipun masih berada pada usia pertumbuhan cepat (growth spurt).

Keempat, adanya perlambatan konstitusional pertumbuhan dan pubertas. Ditandai dengan perawakan pendek yang relatif, dan tanda-tanda kematangan seksual sekunder yang terlambat dibanding rekan sebaya. Namun demikian, kondisi ini tidak memerlukan penanganan khusus, karena ketika mencapai titik tertentu, pubertas yang diiringi growth spurt akan terjadi dan tinggi badan pun bertambah.

Usia pubertas, hingga mencapai usia sekitar 18 tahun, masih memungkinkan bagi Saudara untuk meningkatkan tinggi badan, terutama jika kedua orangtua Saudara memiliki tinggi badan yang cukup. Meningkatkan asupan protein, kalsium, dan vitamin D sesuai batas yang dibutuhkan tubuh, aktif berolahraga (yang tidak melanggar ketentuan syariat seperti membuka aurat dan sebagainya) untuk membangun massa otot dan tulang, dan berisitirahat yang cukup pada malam hari untuk membantu tubuh meregenerasi dan membangun jaringan sel baru, adalah diantara upaya yang dapat ditempuh untuk menambah tinggi badan.

Demikan, semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan www.KonsultasiSyariah.com)

SHARE
Previous articleCiri-ciri Wanita Menderita Miom
Next articleAdakah Herbal Untuk Batu Ginjal?
dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.