Keringat dan Bau Badan yang Ekstrim

4765

Keringat dan Bau Badan yang Ekstrim

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum

Untuk Tim Dokter konsultasi syariah, aku mau nanya dong.

Aku perempuan berusia 23 tahun. Aku punya keluhan dengan hiperhidrosis dan bau tak sedap di tempat keluarnya keringat tersebut. Untuk diketahui, hiperhidrosis aku ada di tangan, kaki, kepala, badan dan ketiak, hampir seluruh tubuhku mengeluarkan keringat, padahal aku bukan tipe orang yang khawatiran dan gugup tapi tanganku selalu basah.

Tinggiku 165cm dan berat 50kg, bisa dibilang kurus, tapi kenapa selalu berkeringat? Aku menderita ini sejak kecil, yang aku ingat SD aku udah hiperhidrosis dan bau badan, padahal aku termasuk orang yang sangat bersih dan selalu suka tampil wangi dengan mandi minimal 2kali sehari, selalu pakai bedak, deodorant, lotion sampai parfum, aku selalu memakai parfum asli bukan kw atau refill tapi kenapa bau badanku lebih mencolok dibanding parfumku, aku malu sekali, dan makan juga termasuk yang sangat selektif dengan tidak banyak makan daging dan minyak-minyakan. Healthy life sekali.

Sejak SMP aku sudah melakukan terapi tradisional mulai dari steam rempah, mandi kembang, mandi pake sirih, tawas, perasan limun tapi semuanya nihil karena tidak ada yang dapat membendung keringat saya sampai badan aku selalu benar-benar bau dan saya benar-benar malu sekali.

Sekarang aku sudah bekerja, aku jadi malu berinteraksi dengan teman-teman kantor karena di ruangan ber-AC aja badanku basah. Aku gak terlalu mempermaslahkan sih, tapi yang penting badan jangan sampai bau, jauh-jauh deh bau ketek. Tapi tetap aja bau, orang tuaku saja sering mengeluh dan aku mengalamai krisis kepercayaan diri sampai sekarang.

Mohon bantuannya, dimana saya bisa konsultasi dan melakukan perawatan, operasi mungkin untuk hiperhidrosis ini.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum

Dari: My Milo

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudari berikan kepada kami.

Hiperhidrosis terbagi atas hiperhidrosis primer (idiopatik, tanpa sebab yang jelas) dan hiperhidrosis sekunder yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu.

Hiperhidrosis primer umumnya meliputi telapak tangan dan kaki, dan ketiak; daerah kepala; dan yang jarang, seluruh tubuh. Hiperhidrosis primer biasanya terjadi lebih dini, dan penderitanya kebanyakan memiliki riwayat keluhan yang serupa atau mirip pada anggota keluarga lainnya, sehingga diperkirakan berhubungan dengan genetika keluarga tersebut. Meskipun secara medis tidak serius, keluhan yang ditimbulkan bisa jadi cukup berat ditinjau dari segi sosial dan psikologis. Adanya bau yang berlebihan kemungkinan disebabkan oleh kolonisasi bakteri pada daerah berkeringat tersebut.

Beberapa tipe terapi untuk jenis pertama ini diantaranya agen antiperspiran (mengurangi jumlah keringat) dengan kekuatan sedang hingga poten, obat-obatan seperti jenis glikopirolat, injeksi botulinum toxin, atau operasi minor seperti simpatektomi torakal (daerah dada) melalui endoskopi atau klip simpatektomi untuk mengontrol pacuan saraf simpatis yang menstimulasi keluarnya keringat.

Adapun hiperhidrosis sekunder diantaranya dapat disebabkan oleh: hipertiroid, penyakit paru seperti TBC, Parkinsonisme, akromegali, gangguan toleransi glukosa, stroke, penyakit jantung tertentu, feokromositoma, cedera saraf spinal, menopause, dan sebagainya. Jenis kedua ini cenderung timbul pada usia dewasa, dan memiliki gejala tambahan sesuai penyakit yang mendasari. Terapi pada hiperhidrosis disesuaikan dengan penyakit yang mendasari keluhan.

Pada keluhan yang Saudari derita, kemungkinan besar memang termasuk jenis yang pertama, meskipun hal ini harus dites lebih lanjut. Kami sarankan untuk konsultasi awal dilakukan pada dokter spesialis kulit dan kelamin, disertai dengan penjelasan keluhan dengan detail. Jika diperlukan, Saudari mungkin akan menjalani serangkaian tes untuk mengeksklusi kemungkinan hiperhidrosis sekunder. Jika positif hiperhidrosis primer, maka dapat didiskusikan langkah selanjutnya yang paling efektif dan sesuai untuk Saudari.

Disamping itu, hendaknya penggunaan deodoran atau parfum pada daerah yang berkeringat sangat banyak hendaknya dihindari, sebab interaksinya terlebih jika terdapat kolonisasi bakteri akan memperparah bau badan.

Tubuh yang sangat lembab memang memungkinkan bakteri tumbuh subur, karenanya jika memungkinkan, Saudari memerlukan lebih banyak pakaian kering, begitu juga lap atau sapu tangan yang dapat menyerap keringat, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Gunakan pencuci rambut harian yang sifatnya ringan, dan hindari menutup rambut atau mengikat/menata sebelum rambut benar-benar kering.

Semoga Allah Ta’ala memudahkan jalan bagi Saudari untuk mendapatkan kesembuhan yang diinginkan.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan www.KonsultasiSyariah.com)

SHARE
Previous articleAzoospermia (Tidak Terdapat Sel Sperma)
Next articleObat Cacing Untuk Bayi
dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.