Terapi Anak Yang Lumpuh

2184

Anak Yang Lumpuh

Pertanyaan:

Dok, bgaimana cara mengobati penyakit kelumpuhan yang diderita anak saya umur tiga tahun? Waktu umur satu bulan pernah kena penyakit kuning hingga sekarang tidak bsa berdiri hanya bisa tidur saja lehernya saja tidak kuat menopang kepala.

Dari: Sahlan

Jawaban:

Bapak yang dirahmati Allah.

Kelumpuhan pada anak, yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit kuning pada bulan pertama kehidupannya, kemungkinan disebabkan oleh kerusakan otak akibat Penyakit kuning tersebut (meskipun bisa jadi disebabkan karena hal lain yang tidak disebutkan dalam riwayat penyakit anak). Kerusakan otak yang terjadi pada bayi akibat tingginya kadar ‘pigmen kuning’ bilirubin dalam otak (dalam istilah medis disebut sebagai kernicterus) menyebabkan kerusakan permanen pada otak, yang tampak sebagai gangguan intelektual, cerebral palsy (gangguan/ketidakmampuan melakukan gerakan volunter/disengaja atau mempertahankan postur tubuh), dan ketulian.

Namun untuk memastikan diagnosis penyakit yang anak Bapak derita dan penyebabnya, kami tetap menganjurkan Bapak untuk memeriksakan anak Bapak ke dokter spesialis anak yang tentunya lebih berilmu dalam hal ini.

Namun terlepas dari apa penyebabnya, Jika benar telah terjadi kerusakan otak, maka terapi yang sejauh ini kami ketahui dapat dilakukan tidak bersifat menyembuhkan, karena belum ditemukannya terapi yang dapat menyembuhkan kerusakan otak yang sifatnya permanen, namun terapi yang ada bersifat memperbaiki kualitas hidup anak agar sedapat mungkin bisa hidup mandiri dan mendekati kehidupan orang normal pada umumnya.

Terapi tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti terapi fisik maupun okupasional yang dapat Bapak temukan di tempat-tempat rehabilitasi medis (biasanya rumah sakit tertentu menyediakan fasilitas ini), penggunaan bracing/sejenis alat penopang/penyokong tubuh, penggunaan obat maupun operasi tertentu untuk mencegah kekakuan dan kerusakan otot secara permanen. Memberikan dukungan dan kasih sayang yang konstan, juga motivasi, dan melatih anak terus menerus untuk melakukan hal-hal kecil seperti berkomunikasi dan sejenisnya juga dapat membantu meningkatkan kemampuan anak dan rasa percaya dirinya sehingga anak bersemangat untuk mencapai lebih.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap:¬†Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur
SHARE
Previous articleSering Bisulan
Next articleBadan Gemuk Sulit Hamil?
dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.