Berdarah Saat BAB

4475
buang air besar berdarah

Pertanyaan:

Asalamu’alaikum.

Ketika saya hendak buang air besar minggu-minggu ini, sering saya alami keluarnya tetesan darah. Namun saya tidak merasa sakit. Dan keluhan ini pun tidak disertai dengan rasa melilit pda perut atau semisalnya. Bahayakah jika dibiarkan terus-menerus?

Oiya, tambhan ayah saya pun juga sering mengalami. Sebelum dan sesudahnya jazakallahu khoiron.

Dari: Seno

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudara berikan kepada kami.

Keluarnya darah melalui anus secara umum dapat dikategorikan menjadi 2, yakni:

  1. Darah dengan warna merah segar dan tidak berbau menyengat (hematochezia). Adanya darah ini biasanya disebabkan oleh penyakit pada saluran cerna bagian bawah, seperti luka pada rektum, infeksi pada usus besar, penyakit Crohn, hemorrhoid (biasanya tanpa disertai rasa nyeri), penyakit divertikulum (juga biasanya tanpa rasa nyeri), polip di daerah rektum maupun usus besar, kerusakan pada usus besar akibat konsumsi obat anti radang non steroid berlebih, angiodisplasia, dan kanker kolon (keduanya bisa terjadi tanpa rasa nyeri, namun jumlah darah cenderung banyak).
  2. Darah dengan warna merah kehitaman sampai hitam, dengan bau menyengat (melena). Biasanya disebabkan oleh pendarahan pada saluran cerna bagian atas, seperti pada kerongkongan, lambung, dan usus bagian atas. Diantara pemicunya adalah sirosis liver (pengerutan dan perubahan sel-sel hati menjadi jaringan ikat), tukak lambung, tukak usus, pecahnya varises pada kerongkongan, dan sebagainya.

Pada usia muda, yakni dibawah 40 tahun, dan gejala tidak diawali dengan nyeri perut atau nyeri saat buang air besar sebelumnya, penyebabnya sebagian besar adalah hemorrhoid derajat pertama (ringan). Hemorrhoid sendiri adalah pembesaran jaringan pembuluh darah di saluran sayal. Hemorrhoid terbagi menjadi 2 jenis, yakni hemorrhoid internal dan eksternal.

– Hemorrhoid internal terletak dibagian dalam anus, bagian luarnya dilapisi oleh sel-sel selaput lendir,  dan tidak memiliki jaringan sel saraf. Lebih jauh, hemorrhoid internal dapat diklasifikasikan menjadi: Derajat pertama (grade I): keluarnya darah tanpa disertai penonjolan hemorrhoid.

Derajat kedua (grade II): terjadi penonjolan hemorrhoid keluar anus namun dapat masuk kembali dengan sendirinya.

Derajat ketiga (grade III): penonjolan tidak dapat masuk kecuali dibantu secara manual.

Derajat keempat: penonjolan permanen, tidak dapat dimasukkan kembali.

– Hemorrhoid eksternal dilapisi oleh sel serupa sel kulit dan memiliki jaringan sel saraf. Letaknya dibawah lapisan kulit sekitar anus dan dapat ditemukan saat dilakukan pemeriksaan daerah anus. Hemorrhoid eksternal cenderung tidak bergejala, kecuali jika terjadi penyumbatan pembuluh darah (thrombus).

Beberapa hal yang dapat memicu timbulnya hemorrhoid adalah:

  • Konstipasi
  • Diare
  • Mengedan dalam waktu lama
  • Peningkatan teksayan dalam perut, seperti jika terdapat cairan dalam rongga perut (ascites), kehamilan, melahirkan, mengangkat beban berat, batuk berkepanjangan
  • Faktor keturunan

Hemorrhoid derajat pertama dan kedua pada dasarnya tidak membahayakan, sepanjang bisa ditangani dengan tepat. Penangsayannya pun cenderung sederhsaya, seperti modifikasi diet dan gaya hidup, untuk mencegah konstipasi, obat-obatan topikal (dioleskan di sekitar anus jika timbul keluhan), dan duduk di dalam bak berisi air hangat, jika keluhan perih dan gatal dirasakan. Modifikasi diet dan gaya hidup diantaranya adalah dengan meningkatkan konsumsi maksayan berserat seperti sayur, buah-buahan, dan serealia; konsumsi air putih yang cukup, minimal 2 L per hari, menghindari mengedan, dan berolahraga rutin untuk memperoleh berat badan ideal dan pergerakan usus yang baik. Selain itu, penderita juga dianjurkan menggunakan pelembut feses jika terlanjur mengalami konstipasi.

Meski demikian, kami tetap menganjurkan Saudara untuk memeriksakan diri kepada dokter untuk  mengetahui diagnosis yang pasti sesuai temuan fisik pada diri Saudara, dan penangsayan yang sesuai.

Adapun untuk penderita diatas usia 40 tahun, penyebabnya selain hemorrhoid bisa akibat pendarahan divertikulum, angiodisplasia, polip pada usus besar, kanker usus, dan lain sebagainya, sehingga penderita diharuskan untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum diagnosis ditegakkan.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur
SHARE
Previous articleManfaat Suntik TT
Next articleJantung Berdegup Lebih Kencang Saat Hamil Muda
dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.