Masalah Kebotakan dan Rambut Rontok

2680

Kebotakan dan Rambut Rontok

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Pak Dokter yang saya hormati. Saya sering melihat teman saya di usia muda mengalami botak di tengah kayak Zidane atau juga botak depan sehingga jidadnya tampak lebih lebar, dan ada juga yang rabutnya rontok jadi rambutnya terlihat jarang-jarang tumbuhnya dan kulit kepala bisa jelas terlihat. Apakah ini pengaruh dari pemakaian shampoo atau minyak rambut? Atau pengaruh banyak pikiran? Dan bagaimana menanggulangi kerontokan rambut.obat kuat hajar jahanam

Terima kasih.

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Kami haturkan terima kasih atas pertanyaan yang diberikan kepada kami.

Kebotakan, dengan sebab apapun, biasanya memang lebih berdampak pada psikologis dan estetika dibanding dengan keluhan fisik sendiri. Pada dasarnya, setiap hari, rambut akan gugur sesuai usia fisiologisnya dengan jumlah sekitar 60-100 helai. ‘Kehilangan’ ini sering tidak tampak, mengingat manusia rata-rata memiliki sekitar 100.000 helai rambut dikepalanya. Meski demikian, beberapa faktor dapat menyebabkan kerontokan berlebih, atau pertumbuhan yang melambat dan helaian yang lebih tipis, sehingga berujung pada penipisan dan kebotakan rambut.

Diantara faktor tersebut adalah:

  • Hormonal, khususnya yang dipengaruhi oleh keturunan. Pada orang-orang dengan genetik rentan terhadap kebotakan, pengaruh hormon seksual tertentu dapat memicu penipisan rambut yang berakibat kebotakan permanen. Pola kebotakan yang dipengaruhi hormon biasanya bersifat khas, seperti penipisan yang dimulai dari puncak kepala (bisa terjadi pada pria maupun wanita), maupun menyerupai huruf M di garis rambut depan (pada pria). Khusus untuk pria, proses menuju kebotakan bahkan bisa terjadi sejak dini yakni mulai pubertas. Ketidakseimbangan hormon juga dapat memicu kerontokan rambut sementara, seperti yang terjadi pada kehamilan, dan menjelang menopause.
  • Penyakit tertentu yang mempengaruhi kulit kepala dan rambut, seperti infeksi jamur di daerah kulit kepala (tinea capitis), peradangan pada kelenjar tiroid, dan penyakit lupus.
  • Obat-obatan, seperti obat-obatan yang digunakan untuk menangani penyakit kanker, radang sendi, depresi, dan hipertensi
  • Penyebab lain, seperti shock emosional berat, kebiasaan menarik atau mencabut rambut secara berulang-ulang, dan penataan rambut tertentu (baik karena model penataan seperti diikat atau dijalin, maupun penggunaan produk penataan rambut seperti hairspray, pewarna rambut, dan sejenisnya yang berlebihan). Meski demikian, efek dari produk tersebut, termasuk shampoo maupun minyak rambut, tidak sebesar efek hormonal maupun penyakit lain, dan kerontokan cenderung membaik jika penggunaan agen penyebabnya dihentikan.

Untuk menanggulangi masalah kebotakan, terdapat beberapa pilihan terapi, diantaranya adalah:

  • Obat-obatan, seperti minoxidil, yang berbentuk cairan atau busa yang dioleskan ke kulit kepala untuk mencegah kerontokan lebih lanjut. Jenis obat lainnya adalah finasteride.
  • Operasi, seperti transplantasi rambut dan reduksi kulit kepala. Namun metode operatif masih tergolong mahal dan cukup menimbulkan rasa nyeri.

Terdapat pilihan pengobatan lain yang lebih spesifik, yakni bergantung pada penyebabnya, seperti obat anti jamur untuk tinea capitis.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur