Hubungan Onani dan Disfungsi Ereksi

3199

Onani dan Disfungsi Ereksi

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Saya seorang mahasiswa berumur 21 tahun. Saya adalah salah seorang yang terjebak dalam masalah onani. Ada satu masalah yang membuat saya cemas sekali.

Siang ini (12 Juni 2013) saya mandi, entah kenapa saya berkeinginan untuk melakukannya lagi, padahal saya sudah berupaya untuk meninggalkannya. Pada saat itu hati saya antara ingin dan tidak untuk melakukannya. Kemudian saya merasa ada yang aneh, kenapa ereksi penisnya tidak sempurna, kemudian melemah.

Sampai saya menulis pesan ini saya amat mengkhawatirkan akan masa depan. Bisakah bantu saya untuk mengetahui apa yang terjadi pada diri saya? Apakah saya terkena impotensi?

Saya tahu ini adalah teguran yang amat keras dan amat berharga, semoga saya bisa lebih mengkokohkan hati.

Jazakallahu khairan

Dari: Edy

Jawaban:

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudara berikan kepada kami.

Ketidakmampuan penis untuk melakukan ereksi atau mempertahankan ereksi yang dibutuhkan selama berhubungan intim, yang disebut dengan disfungsi ereksi, dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti penyakit di daerah pembuluh darah atau saraf, kelainan hormonal, masalah psikologis, maupun efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu.

Disfungsi ereksi sendiri dikategorikan menjadi 2, yakni:

– Disfungsi ereksi primer, dimana pria tidak pernah dapat atau mampu mempertahankan ereksi dalam waktu lama, merupakan kondisi yang jarang, dan sebagian besarnya disebabkan oleh masalah psikologis, seperti rasa bersalah, ketakutan untuk berhubungan, depresi, atau kecemasan yang berat. Penyebab lainnya adalah kelainan anatomis yang jelas tampak pada penis.

– Disfungsi ereksi sekunder, dimana pria yang sebelumnya dapat ereksi, kehilangan kemampuan tersebut. Lebih dari 80% penyebab kondisi ini adalah adanya penyakit organik yang mendasarinya, seperti diabetes atau pengerasan pembuluh darah penis. Namun demikian, masalah psikologis juga dapat menyebabkan disfungsi sekunder, atau memperberat masalah disfungsi sekunder, sehingga masalah psikologis seperti kecemasan, depresi, stres, kekhawatiran akan kemampuan seksual, seluruhnya harus senantiasa diperiksa lebih jauh.

Disamping itu, terkadang disfungsi ereksi dapat bersifat situasional, yang terjadi pada tempat atau waktu tertentu. Penyebabnya hampir selalu merupakan masalah psikologis.

Pada kondisi yang Saudara sampaikan, jika sebelumnya tidak ada masalah ereksi, kemungkinan gangguan ereksi saat itu bersifat situasional, disebabkan oleh stres dan rasa bersalah yang Saudara alami saat akan melakukannya, sehingga proses ereksi terhambat. Disfungsi ereksi situasional sendiri dapat membaik tanpa pengobatan apapun jika masalah psikologis yang mendasarinya dapat teratasi. Namun jika kondisi ini menimbulkan kekhawatiran yang besar bagi Saudara, kami sarankan untuk mengkonsultasikannya lebih lanjut dengan dokter.

Kami turut senang jika Saudara berbesar hati mau menyadari kesalahan yang telah Saudara lakukan, dan berupaya semaksimal mungkin untuk bertaubat dan meninggalkannya. Setelah banyak berdo’a memohon keteguhan hati kepada Allah Ta’ala agar dijauhkan dari penyimpangan tersebut, kami sarankan Saudara juga meningkatkan frekuensi kegiatan yang bermanfaat, seperti belajar ilmu agama, ilmu dunia, berolahraga rutin; menghindari banyaknya waktu kosong serta teman-teman atau media yang dapat menimbulkan godaan untuk kembali melakukannya, dan jika telah mampu maka menikah untuk menjaga kehormatan diri.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur
SHARE
Previous articleMata Berair
Next articleProgram Kehamilan
dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.