Sering Bisulan

4355

Bisulan

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Saya mau bertanya, kenapa peyakit bisul saya selalu datang lagi? Mula-mula gatal, terlihat kecil dan lama kelamaan membesar dan ada nanahnya. Saya sudah mamakai sabun antibiotik, salep dll yang disarankan dari apotek. 2 tiga hari bisulnya hilang namun muncul lagi, tempatnya di bokong, sudah beberapa minggu saya mengalaminya.

Kira-kira apa penyebabnya dan apa solusi untuk mengatasinya?

Terima kasih.

Dari: Ahid

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudara berikan kepada kami.

Bisul atau yang dalam dunia medis dikenal dengan furunkel, adalah peradangan disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, yang diikuti timbulnya nanah pada bagian kulit tertentu. Furunkel biasanya timbul di sekitar leher, dada, wajah, dan pantat, dan menimbulkan rasa tidak nyaman serta nyeri. Jika beberapa furunkel bergabung menjadi satu, disebut dengan karbunkel, yang biasanya disertai demam dan rasa lemas.

Furunkel berisiko lebih besar terjadi pada orang dengan obesitas, penurunan fungsi sistem imun, usia lanjut, juga diperkirakan pada penderita diabetes. Faktor pemicunya antara lain adalah kolonisasi bakteri di kulit dan hidung, iklim yang panas dan lembab, dan penyumbatan atau abnormalitas pada anatomi folikel kulit.

Jika bisul berukuran < 5 mm, berjumlah tunggal, pengobatan dapat dilakukan dengan pengompresan panas secara berkala, misalnya 10-15 menit, 2-3 kali perhari, untuk mempercepat pematangan dan pecahnya bisul, sehingga nanah keluar seluruhnya dan sisanya dibersihkan. Namun jika > 5 mm, diperlukan antibiotik sistemik seperti misalnya klindamisin atau trimetoprim/sulfametoksazole selama 5-10 hari. Untuk pemilihan antibiotik yang sesuai, kami sarankan Saudara berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Untuk pencegahan timbulnya bisul, disarankan menggunakan sabun antiseptik dan konsumsi antibiotik maintenans selama 1-2 bulan. Jika bisul masih membandel juga, maka perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut mengenai faktor risiko penyebabnya dan penanganannya, seperti obesitas, diabetes, atau strain bakteri stafilokok yang resisten terhadap antibiotik biasa.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap:¬†Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur