Cara Menyembuhkan Dermatitis Seboroik

7950

Dermatitis Seboroik

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Saya Rachman, 28 tahun, laki-laki.

Keluhan: hasil pemeriksaan adalah dermatitis seboroik.

Lama : 9 Tahun.

Pengobatan selama ini menggunakan salep, tapi sering muncul lagi.

Adakah pengobatan lain yang alami? Makanan apa yang harus dihindari? Sabun dan shampoo apa yang harus digunakan?

Terima kasih.

Wassalam..

Dari: Rachman

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang diberikan kepada kami.

Dermatitis seboroik atau yang disebut juga dengan eksim seboroik, merupakan salah satu bentuk peradangan kulit. Kondisi ini biasanya terjadi pada dewasa muda dengan puncaknya sekitar usia 40 tahun, dan lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita.

Penyebab pasti timbulnya dermatitis seboroik belum diketahui, namun diperkirakan berhubungan  dengan jamur Malassezia furfur (dahulu disebut p.ovale), yang hidup di kelenjar minyak kulit sebagian besar orang dewasa. Pada kebanyakan orang, mikroorganisme ini tidak menimbulkan masalah, namun pada sebagian orang, reaksi tubuh terhadap jamur ini dapat menyebabkan peradangan. Beberapa kondisi yang berpotensi memicu dermatitis seboroik:

– Masalah penurunan sistem imun, seperti penderita HIV/AIDS,

– Penderita penyakit parkinson

– Stres emosional

Perlu diingat bahwa dermatitis seboroik tidak berhubungan dengan bersih atau tidaknya kulit dan kulit kepala seseorang.

Secara fisik, dermatitis seboroik di kepala tampak sebagai menyerupai ketombe, namun dengan sisik sisik yang besar, kuning kecoklatan, berminyak, dan menimbulkan lapisan tebal di kulit kepala. Adapun di kulit wajah dan tubuh, tampak seperti daerah kemerahan yang dilapisi dengan sisik kulit berminyak. Dermatitis seboroik cenderung kambuh pada beberapa orang, sehingga merupakan persoalan yang kronis dan memerlukan perawatan jangka panjang.

Diantara pengobatan yang disarankan adalah:

– Pada kulit kepala: Sampo untuk pengobatan, seperti sampo yang mengandung ketokonazol, selenium sulfida, zinc pyrithione, tar, atau asam salisilat, yang terdiri dari beberapa jenis kekuatan. Pengobatan dengan antijamur khususnya bermanfaat untuk kondisi ini. Sampo digunakan dua kali dalam seminggu selama minimal 1 bulan, setelah sisik menghilang, maka frekuensinya dapat dikurangi dan diselang seling dengan sampo biasa. Disamping itu, penggunaan krim kortikosteroid di kepala dapat mengurangi gatal, namun hanya boleh secara periodik, tidak terus menerus, selama beberapa hari berturut turut.

– Pada wajah dan tubuh: Dengan krim anti peradangan, seperti hidrokortison atau sejenisnya, 1-2 kali perhari dalam 1-2 minggu, namun jangka pemakaian untuk obat-obatan ini terbatas. Krim antijamur yang mengandung bahan seperti ketokonazole juga dapat digunakan di area yang meradang, sebanyak 1 kali perhari selama 2-4 minggu, dan diulang kembali setelahnya jika perlu.

Jika lokasi dermatitis sangat luas, maka dibutuhkan konsumsi obat oral agar efeknya menyeluruh, semisal obat anti jamur.

Pengobatan alami yang sudah terbukti untuk dermatitis seboroik belum didapatkan, namun yang disarankan diantaranya adalah tea tree oil. Namun diantara efek sampingnya adalah kemungkinan menimbulkan alergi pada orang tertentu. Madu dan asam sinamat juga disebutkan memiliki efek antijamur terhadap Malassezia, namun untuk dosis serta cara pakai yang paling tepat belum banyak diteliti.

Semoga Allah Ta’ala menyembuhkan penyakit yang Saudara derita dan membalas kesabaran Saudara dengan sebaik-baik balasan.

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur