Trauma Robek Rahim dan Janin Meninggal

4021

 

Robek Rahim

Assalamualikum, sy ibu IRT 28 dn 1putri 5th,21 okt kmrin kehamilan sy 8bln lbh dn pecah ketuban tnp ada mules serta blm ada pembukaan jln lahir,tiba di rmh skt sy di ambl data serta riwyat,bbrp menit kmudian sy di kasih pil perangsang yg mengakibatkan rahim sy robek krn kontraksi yg hebat dn pendarahan TD dn HB sy turun,pdhal riwayat kehamilan ank pertama sy sc jg dgn sayatan klasik,shngga bayi meninggl dlm perut krn lehernya terjepit di rahim yg robek,bgtu syok dn trauma sy wkt itu,,itu kasus langka yg terjadi pd sy,apa yg hrs sy lakukan utk mempersiapkan kehamilan ke3,dan mengingat riwayat sy 2 kali hamil setiap 8lbh airketuban pecah duluan,dn tdk rasa sakit srta tdk pembukaan jln lahr,,sy jg msh trauma dn syok jika kejadian itu selalu ada dipikiran sy,sy selalu merasa menyesal,salah,takut dll,thanks utk cerita sy

Dari: July

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Ibu berikan kepada kami.

Sebelumnya, kami turut berempati atas kejadian yang Ibu dan keluarga alami. Tentunya tidak mudah untuk melaluinya. Kami mendo’akan agar si kecil yang wafat menjadi simpanan kelak bagi kedua orangtuanya di akhirat, dan agar Ibu sekeluarga diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menerima takdir Allah Ta’ala ini.

Pertama-tama, sebelum mempersiapkan kehamilan selanjutnya, Ibu perlu memulihkan trauma yang Ibu rasakan hingga saat ini. Diantara caranya adalah banyak melakukan amal ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, mempelajari kemudian meyakini tentang permasalahan takdir dan ujian bagi seorang muslim serta hikmah dibaliknya, serta ilmu-ilmu agama lainnya yang akan mengokohkan pemahaman Ibu akan hakikat segala yang terjadi pada manusia, baik maupun buruknya, dan cara menyikapinya menurut agama Islam. Disamping itu, Ibu juga bisa berbagi dengan sesama ibu lainnya yang juga pernah kehilangan buah hatinya, namun mampu bangkit dengan pertolongan Allah dan bersikap optimis untuk menyongsong kehadiran anak selanjutnya. Bahkan jika perlu, Ibu dapat berkonsultasi dengan para ustadzah, atau juga psikolog, untuk membantu menghilangkan trauma tersebut. Saran kami, hendaknya Ibu tidak perlu terburu-buru menambah keturunan, sebagai bentuk rasa bersalah atau kompensasi lainnya atas kehilangan yang Ibu alami. Ambillah waktu seperlunya, beristirahat dan relaksasi, yang pastinya Ibu perlukan, sembari menunggu pemulihan rahim. Untuk masalah berapa lama waktu yang diperlukan agar rahim dapat menyembuh, dan siap diisi kembali, kami sarankan Ibu mengkonsultasikannya dengan dokter kandungan yang merawat Ibu.

Kedua, terkait persiapan kehamilan selanjutnya, ada beberapa hal yang menurut kami perlu Ibu perhatikan:

  1. Kesiapan fisik. Seperti pemulihan rahim, olahraga yang sesuai, dan kecukupan asupan gizi terutama protein sebagai pembangun dan perekat jaringan tubuh. Berat badan juga sebaiknya dalam kondisi ideal.
  2. Kesiapan mental. Saat mempersiapkan kehamilan selanjutnya, Ibu sebaiknya sudah harus mampu berpikir dan bersikap positif serta optimis, sehingga dapat menjalani kehamilan dengan lebih baik dan terhindar dari kecemasan berlebih.
  3. Kesiapan sarana dan prasarana. Sebaiknya sedari awal Ibu dan keluarga telah memilih dokter kandungan dan rumah sakit dimana Ibu kelak berencana melahirkan. Pilihlah dokter yang komunikatif, memiliki kepedulian, dan bersedia dihubungi diluar jam kerja jika sewaktu-waktu diperlukan. Dokter juga sebaiknya sejak awal telah mengetahui dengan detail riwayat kehamilan dan persalinan Ibu sebelumnya, sehingga dapat ditentukan penyebab pecahnya ketuban dini, atau dilakukan persiapan-persiapan ketika janin mendekati usia 8 bulan, sehingga jika sewaktu-waktu ketuban pecah sebelum waktunya, tim dokter dan rumah sakit dapat segera mengambil tindakan penyelamatan yang tepat bagi Ibu dan janin. Ibu dan suami juga harus aktif dan sigap dalam mengenali tanda-tanda pecahnya ketuban atau komplikasi saat hamil lainnya, sehingga persiapan ke rumah sakit menjadi lebih singkat dan cepat.
  4. Yang terpenting: Hendaknya Ibu senantiasa berdo’a kepada Allah Ta’ala, dengan memperhatikan adab-adab berdo’a dan waktu-waktu mustajab, agar diberikan kehamilan yang mudah, persalinan yang lancar, dan keturunan yang sholih dan sehat. Karena sesungguhnya do’a adalah senjata seorang muslim yang paling ampuh. Dan setelah do’a dan ikhtiar diatas, maka hendaknya Ibu bertawakkal dan menyerahkan hasilnya kepada Allah Ta’ala dengan terus berbaik sangka kepadaNya Ta’ala atas segala yang Ia takdirkan.

Demikian, semoga bermanfaat.

Dijawab oleh dr. Hafidz (Pengasuh rubrik kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur