Penyakit Sinus yang Mengakibat Penciuman Bau Hilang

6732
sakit sinus tidak bisa mencium bau

Penyebab Sinus

Ass, saya sudah mempunyai penyakit sinus hampir 9 tahun dan penciuman saya sudah benar-benar hilang , apakah dengan cara terapi penciuman saya bisa kembali pulih?

Dari: Ari

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang diberikan kepada kami.

Hilangnya kemampuan indra penciuman disebut juga anosmia. Anosmia secara umum dapat disebabkan oleh gangguan primer maupun sekunder pada indra penciuman.

  • Gangguan primer, adalah tipe anosmia kongenital (bawaan) seperti pada penderita sindrom Kallman, dimana jalur saraf yang menghubungkan daerah hidung dan otak tidak tersambung.
  • Gangguan sekunder, adalah tipe anosmia yang disebabkan oleh penyakit lainnya dan tidak berhubungan dengan pewarisan genetik, misalnya akibat rhinitis atau sinusitis kronis (dengan atau tanpa polip pada hidung), cedera kepala, stroke, penggunaan obat-obatan tertentu maupun penyalahgunaan zat yang dihirup melalui hidung seperti kokain, diabetes, dsb.

Pada gangguan primer, kemungkinan kembalinya penciuman hampir dapat dikatakan tidak ada. Adapun pada gangguan sekunder, tergantung dari penyebab timbulnya anosmia, dan sebagian besar anosmia dapat membaik atau kembali seperti sebelumnya jika gangguan yang menyebabkannya diterapi dengan penanganan yang sesuai. Untuk anosmia yang disebabkan oleh sinusitis kronis, kemungkinan perbaikan anosmia masih ada -yakni jika saraf-saraf penciuman masih berfungsi – meskipun mungkin tidak benar-benar kembali seperti sedia kala, jika terapi yang digunakan sesuai. Sinusitis kronis yang membandel dengan obat-obatan biasa mungkin memerlukan terapi bedah, salah satu yang dianjurkan adalah bilateral computer-aided endoscopic sinus surgery (BiCASS), dimana dokter akan melakukan prosedur membuka sumbatan di seluruh sinus dan membersihkannya dengan total untuk mengurangi peradangan dan memungkinkan pembilasan nasal dan nasal spray untuk mencapai daerah sinus. Meski demikian, pada kasus kronis, setelah operasi tetap dibutuhkan obat-obatan untuk meredakan peradangan agar anosmia tidak terulang kembali.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh dr. Hafidz (Pengasuh rubrik kesehatan KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur