Haid Sebulan 2 Kali, Takut tidak Bisa Hamil

16551
haid sebulan 2 kali

Haid Sebulan 2 Kali

Ass, Dok saya mau tanya,saya dapet haid tanggal 7 cama 2 hari,tp itu blm waktunya saya haid,seharus nya saya haid tanggal 11. Terus tanggal 26 dapet lagi, saya jdi bingung karna bru kali ni saya mengalami nya, saya tkut gk bsa hamil, karana saya pernah keguguran di kuret, sekarang saya lgi nungguin dateng nya malaikat kecil lagi.
Trmaksah seblm nya,mohon jawaban nya.

Dari Ibu Ella Damayanti

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Ibu yang kami hormati, terima kasih atas pertanyaan yang Ibu sampaikan kepada kami.

Pada wanita yang memiliki siklus menstruasi yang teratur sekali sebulan, jika terjadi perubahan siklus menjadi 2 kali, maka perlu ditunggu. Jika perubahan tersebut hanya terjadi sekali atau dua kali, kemudian selanjutnya siklus kembali seperti biasa, maka menurut kami, hal tersebut tidak perlu dirisaukan. Karena siklus haid pada wanita adalah proses fisiologis yang sangat dipengaruhi oleh kadar hormon dalam tubuh. Jika pada suatu waktu hormon tersebut mengalami ketidakstabilan, misalnya saat stres, atau kelelahan, maka kebiasaan menstruasi pun dapat berubah. Namun perubahan tersebut biasanya bersifat sementara, dan seiring dengan membaiknya kestabilan hormon kembali seperti semula. Dan kondisi ini pun tidak berpengaruh pada kesuburan jangka panjangnya. Tingkat kesuburan kemungkinan besar sama seperti sebelum terjadi perubahan siklus.

Namun jika perubahan tersebut menetap, yakni datangnya haid menjadi teratur 2 kali dalam sebulan, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut penyebab perubahan tersebut dan apakah haid yang berlangsung disertai adanya ovulasi ataukah tidak. Jika ovulasi masih ada, maka tingkat kesuburan juga masih dapat diharapkan, yang perlu diperhatikan untuk pembuahan adalah memperkirakan dengan tepat, kapan waktu ovulasi tersebut berlangsung, karena ovulasi biasanya tidak terjadi tepat seperti pada siklus tiap bulannya. Caranya adalah dengan metode-metode untuk mengetahui ovulasi, seperti deteksi hormon LH (alat deteksi hormon ini sekarang banyak dijual di pasaran) yang merupakan salah satu petanda audah dekatnya ovulasi, atau mengukur peningkatan suhu basal tubuh, atau dengan mengecek kekentalan lendir rahim, dsb. Jika ovulasi tidak terjadi, misalnya akibat gangguan produksi hormon di otak, atau sindrom ovarium polikistik, dsb, maka perlu dilakukan pemeriksaan yang menyeluruh mengenai sebab-sebab tidak terjadinya ovulasi, dan jika diperlukan, dilakukan terapi dan induksi ovulasi untuk memfasilitasi pembuahan. Pemeriksaan dan terapi tersebut dapat dilakukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Dengan demikian, meski peluang pembuahan menurun, namun Ibu tetap berkesempatan memiliki keturunan.

Sedikit masukan dari kami, untuk penamaan bayi dengan “malaikat kecil”, mungkin perlu kita tinjau kembali. Karena sepengetahuan kami, malaikat adalah nama untuk mahluk Allah dengan sifat dan ciri tertentu yang telah diberitakan dalam Al Qur’an, dan kami -dengan ilmu yang sangat terbatas ini- belum mengetahui adanya penyifatan anak kecil dengan nama malaikat dalam syari’at. Yang kami ketahui banyak menyifatkan anak-anak kecil mereka dengan “little angel” atau “malaikat kecil” adalah dari kebiasaan orang-orang selain Islam, seperti orang nasrani di Barat. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, maka hendaknya kita mencukupkan diri dengan sebutan-sebutan yang lazim digunakan dalam Islam untuk anak-anak. Wallahu a’lam. Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan petunjuk bagi kami, Ibu dan keluarga, dan segenap kaum muslimin.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh dr. Hafidz (Pengasuh rubrik kesehatan www.KonsultasiSyariah.com)

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur