Resiko KB di Awal Menikah

7059
suntik kb

Menunda Kehamilan di Awal Menikah dengan KB

Maaf ..saya baru menikah 7 bulan lalu . dr pertama suami saya menyuruh saya buat menunda kehamilan dgn pake KB pil. apakah itu baik buat saya . padahal saya tdk mau di KB . ada yg blg nanti ke depan nya susah pnya anak . tolong mnta solusi nya ?

Dari sdri. Dian

Jawaban:

Terima kasih atas pertanyaan yang Ibu berikan kepada kami.

Sehubungan dengan pertanyaan ini, maka kami merasa perlu menjelaskan beberapa hal:

Pertama: Hukum Pemakaian KB tanpa adanya keperluan

Para ulama kaum muslimin menyatakan bahwa pembatasan atau penundaan keturunan tidaklah diperbolehkan jika dilakukan tanpa adanya kebutuhan. Sebab memperbanyak keturunan dan menjaga kelangsungan nasab merupakan salah satu perkara yang dianjurkan dalam Islam. Dan para ulama juga membatasi kondisi-kondisi dibolehkannya seorang wanita untuk mengkonsumsi obat-obatan/menggunakan alat kontrasepsi (KB), diantaranya adalah:

  • Adanya madharat yang besar jika kehamilan berlangsung pada saat tersebut, baik bagi ibu maupun bagi janin. Misalnya wanita tersebut menderita suatu penyakit berat yang mengharuskannya menjalani pengobatan yang dapat membahayakan janinnya jika ia mengandung, atau seorang wanita menderita penyakit berat yang jika ia hamil pada kondisi tersebut, dapat mengancam jiwanya.
  • Adanya kesulitan dan kepayahan yang berat yang dialami seorang wanita apabila ia terus menerus hamil dan melahirkan tanpa adanya jarak yang cukup diantara kehamilan tersebut.

Diluar dari kondisi tersebut, maka para ulama menyatakan tidak diperbolehkan melakukan KB. Oleh karena itu, perlu dicermati terlebih dahulu, apa alasan suami untuk meminta Ibu untuk KB. Jika memang alasannya diperbolehkan dalam syari’at, maka silakan Ibu memilih metode kontrasepsi yang sekiranya sesuai dengan kondisi Ibu, sebagaimana yang akan kami jelaskan pada poin selanjutnya. Namun jika tidak, hendaknya Ibu sampaikan dengan baik kepada suami mengenai kedudukan KB di dalam Islam, sambil berdo’a kepada Allah Ta’ala agar suami Ibu dapat memahami hal tersebut dan mengubah pendiriannya.

Kedua: Berbagai Macam Metode KB

Terdapat beberapa jenis metode KB. Diantaranya ada yang cenderung permanen, seperti tubektomi, dan ada yang sifatnya sementara seperti pil KB maupun IUD, kondom, dan sejenisnya. Pil KB merupakan salah satu bentuk kontrasepsi hormonal yang bekerja dengan cara mempengaruhi siklus hormon reproduksi tubuh sehingga tidak terjadi ovulasi setiap bulannya. Efek samping dari kontrasepsi ini antara lain siklus menstruasi yang tidak beraturan, absennya haid, mual, muntah, dan peningkatan risiko tromboemboli vena. Pada sebagian wanita, setelah penghentian konsumsi pil, siklus menstruasi dapat kembali normal sekitar 3 bulan kemudian, dan ada pula yang lebih lama dari itu, hingga mempengaruhi kesuburannya, namun bukan berarti menurunkan kesuburan secara total.

Namun demikian, efek samping tersebut bervariasi antar individu, sehingga kami tidak bisa secara pasti menyatakan bahwa pil KB berbahaya untuk Ibu. Kami hanya dapat memberikan informasi secara umum. Untuk lebih detailnya, maka kami sarankan Ibu untuk berkonsultasi dengan dokter maupun bidan yang kompeten dalam hal kontrasepsi.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh dr. Hafidz (Pengasuh rubrik kesehatan KonsultasiSyariah.com)

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur
SHARE
Previous articleMengenal Alergi
Next articleHamil di Luar Rahim
dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.