Balita Perut Buncit

2225

Perut Anak Buncit

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Anak pertama saya perempuan, ketika umur 20 bulan terkena penyakit all.Setelah menjalani kemoterapi 2 tahun, alhamdulillah sekarang baik, dan kini telah berumur 7 tahun.Anak yang kedua juga perempuan berumur 15 bulan, 1 minggu yang lalu panas, batuk, pilek. Sudah periksa ke dokter spesialis anak, alhamdulillah batuknya sembuh.Oleh dokter diberi obat batuk pilek dan vitamin penambah nafsu makan.Namun makannya masih agak sulit, hanya pagi dan sore hari maunya, tapi susu formula 1 hari itu habis 6-7 botol, tiap botol 120 ml. Sekarang perutnya kelihatan buncit, tapi saya raba, tidak keras.saya takut punya penyakit seperti kakaknya, karena dulu kakaknya perutnya pun buncit, nafsu makan turun, pucat.Akan tetapi kalau adiknya tidak pucat .Pertanyaan

  • Apakah penyakit yang diderita anak kedua saya ? Berbahayakah tanda perut buncit itu ?
  • Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

Pada asalnya, anak balita memang cenderung memiliki perut yang buncit, karena otot dinding perut yang belum begitu kuat untuk menyangga organ-organ dalam perut sebagaimana pada dewasa. Terlebih jika si kecil baru saja makan atau banyak minum, dan belum mengeluarkannya dalam bentuk air seni atau feses. Jika si kecil baru saja banyak makan atau minum, kemudian perutnya membuncit, tanpa ada keluhan apapun seperti lemas, rewel, malas makan, atau sulit buang air besar, maka kemungkinan besar perut yang membuncit itu masih normal. Anak yang baru sembuh dari sakit, atau telah bisa bermain aktif dengan mengeksplorasi lingkungannya, cenderung terkadang memang sulit makan, namun perilakunya tetap ceria dan lincah, menunjukkan bahwa ia dalam kondisi kesehatan yang baik.

Meskipun demikian, mengingat riwayat pada si kakak, jika ibu mengamati perut buncitnya semakin membesar meskipun tanpa makan dan minum yang cukup, dan si kecil menunjukkan tanda-tanda penurunan kesehatan atau perubahan kebiasaan, seperti menjadi malas bermain, lemas, demam dalam jangka waktu panjang (kadang naik turun), pucat dan rewel, maka sebaiknya si kecil diperiksakan kembali ke dokter anak untuk mengecek kondisinya.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh: dr. Hafidz (Pengasuh rubrik kesehatan Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial